Senin, 28 November 2011

0 Analisis Rantai Nilai (Value Chain Analysis)

IRWAN SUSANTO
KRISTONO 

Sekolah Teknik Elektro dan Informatika
Bidang Khusus Kepemimpinan Teknologi Informasi
Institut Teknologi Bandung

Abstrak:

Analisis rantai nilai adalah sebuah metode untuk mengklasifikasi, menganalisis, dan memahami perubahan sumber daya melalui proses menjadi produk dan jasa akhir. Hal ini digunakan sebagai mekanisme untuk menganalisa bagaimana meningkatkan struktur biaya (produktivitas) dan nilai-tambah (diferensiasi produk) [1].

Value Chain Porter
Konsep analisis Value Chain dikemukakan oleh Michael Porter pada tahun 1985 dalam bukunya yang terkenal, Competitive Advantage: Creating and Sustaining Superior Performance, yang mengatakan bahwa : setiap firma adalah serangkaian dari aktivitas yang dilakukan untuk mendisain, memproduksi, memasarkan, mengirimkan dan mendukung produk-produknya atau layanan-layanannya. Semua aktivitas ini dapat direpresentasikan menggunakan suatu rantai nilai (Value Chain). Value Chains hanya dapat dipahami dalam konteks unit bisnis [2].

Pendekatan value chain yang pertama membedakan dua tipe aktivitas bisnis [2] yaitu :

Gambar 1 Value Chain Porter





1.      Primary activities, aktifitas yang memungkinkan untuk memenuhi perannya dalam rantai nilai industri dan karenanya memuaskan pelanggan, yang melihat efek langsung dari seberapa baik kegiatan tersebut dilakukan. Tidak hanya masing-masing kegiatan harus dilaksanakan dengan baik, tapi juga harus terhubung secara efektif jika kinerja bisnis secara keseluruhan dioptimalkan. Kegiatan-kegiatan tersebut yaitu :
  •  Inbound logistics, adalah aktivitas yang berhubungan dengan perolehan, penerimaan, penyimpanan dan pengaturan dari input kunci dan sumber daya dalam jumlah dan kualitas yang tepat bagi bisnis.  
  • Operations, adalah aktivitas yang berhubungan dengan  mengubah input menjadi produk atau jasa yang dibutuhkan oleh pelanggan.
  • Outbound logistics, adalah aktivitas yang berhubungan dengan penyampaikan produk ke tangan konsumen.
  •  Marketing and sales, adalah aktivitas yang berhubungan dengan penyediaan cara-cara dimana pelanggan sadar akan produk dan layanan  dan bagaimana mereka dapat memperolehnya, termasuk membujuk pelanggan untuk membeli atau menggunakan produk atau jasa.
  • Service, adalah aktivitas yang aktivitas yang menambahkan nilai  yang memastikan bahwa pelanggan mendapatkan nilai dan keuntungan dari produk atau jasa.
2.      Supported activities,  aktifitas yang diperlukan untuk mengontrol dan mengembangkan bisnis dari waktu ke waktu dan dengan demikian secara tidak langsung menambah nilai-nilai yang diwujudkan melalui keberhasilan primary activities. Kegiatan-kegiatan tersebut yaitu :
  • Procurement, adalah berkaitan dengan manajemen supplier, pendanaan, subcontracting, dan spesification.
  • Human Resources Management, adalah berkaitan dengan pengelolaan  SDM mulai dari perekrutan, kompensasi, training dsb
  • Product and Technological Development, adalah disain produk dan proses, production engineering, market testing, Research and Development, etc.
 
CONTOH ANALISIS VALUE CHAIN
Analisis value chain ini mengambil contoh pada sebuah perusahaan fotokopi (copier manufacturer) tabel contoh di bawah ini menunjukan apa yang akan dilakukan oleh pihak perusahaan secara spesifik yaitu dengan mengadakan diferensiasi dalam rantai nilai untuk mendapatkan keunggulan kompetitif dari para pesaing. Versi dasar dapat terlihat kontras bila dibandingkan dengan value chain kompetitor, yang dapat dibuat analisis secara terpisah. Template value chain secara bertahap menambahkan analisis waktu, biaya total yang dapat diidentifikasi untuk tiap kegiatan. Dan tergantung kepada biaya-biaya yang dapat diidentifikasi biaya yang didasarkan perunit yang mana merupakan tujuan akhir dari analisis.

Gambar 2 Contoh Analisis Rantai Nilai Porter pada perusahaan fotokopi.
 
Referensi :
1.      Boar, Bernard H. The Art of Strategic Planning for Information Technology, New York: John Wiley & Sons, Inc, 2001.
2.      John Ward dan Joe Peppard,. Strategic Planning for Information Systems:Third Edition. England : John Wiley & Sons Ltd, 2002.
3.      Harmon, Paul. Business Process Change : A Guide for Business Managers and BPM and Six Sigma Professional: Second Edition, Burlington: Morgan Kaufmann Publishers, 2007.

Artikel Terkait perkategori

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Blog CIO Indonesia Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates