Rabu, 16 Mei 2012

0 Analisis Rantai Nilai (Value Chain Analysis)

IRWAN SUSANTO
KRISTONO

Sekolah Teknik Elektro dan Informatika
Bidang Khusus Kepemimpinan Teknologi Informasi
Institut Teknologi Bandung

Abstrak:

Analisis rantai nilai adalah sebuah metode untuk mengklasifikasi, menganalisis, dan memahamiperubahan sumber daya melalui proses menjadi produk dan jasa akhir. Hal inidigunakan sebagai mekanisme untuk menganalisa bagaimana meningkatkan strukturbiaya (produktivitas) dan nilai-tambah (diferensiasi produk) [1].

Value Chain Porter
Konsep analisis Value Chaindikemukakan oleh Michael Porter pada tahun1985 dalam bukunya yang terkenal, Competitive Advantage: Creating andSustaining Superior Performance, yang mengatakan bahwa : setiap firma adalah serangkaian dari aktivitas yang dilakukan untukmendisain, memproduksi, memasarkan, mengirimkan dan mendukung produk-produknyaatau layanan-layanannya. Semua aktivitas ini dapat direpresentasikanmenggunakan suatu rantai nilai (Value Chain). Value Chains hanya dapat dipahamidalam konteks unit bisnis [2].

Pendekatan value chain yang pertama membedakan dua tipe aktivitas bisnis [2] yaitu :

Gambar 1 Value Chain Porter





1. Primaryactivities, aktifitas yang memungkinkan untuk memenuhi perannyadalam rantai nilai industri dan karenanya memuaskan pelanggan, yang melihatefek langsung dari seberapa baik kegiatan tersebut dilakukan. Tidak hanyamasing-masing kegiatan harus dilaksanakan dengan baik, tapi juga harus terhubungsecara efektif jika kinerja bisnis secara keseluruhan dioptimalkan. Kegiatan-kegiatantersebut yaitu :
  • Inboundlogistics,adalah aktivitas yang berhubungan dengan perolehan,penerimaan, penyimpanan dan pengaturan dari input kunci dan sumber daya dalamjumlah dan kualitas yang tepat bagi bisnis.
  • Operations, adalahaktivitas yang berhubungan dengan mengubah input menjadi produk atau jasa yangdibutuhkan oleh pelanggan.
  • Outboundlogistics,adalah aktivitas yang berhubungan dengan penyampaikanproduk ke tangan konsumen.
  • Marketing andsales,adalah aktivitas yang berhubungan dengan penyediaan cara-cara dimana pelanggan sadar akan produk dan layanan dan bagaimana mereka dapat memperolehnya,termasuk membujuk pelanggan untuk membeli atau menggunakan produk atau jasa.
  • Service, adalahaktivitas yang aktivitas yang menambahkan nilai yang memastikan bahwa pelanggan mendapatkannilai dan keuntungan dari produk atau jasa.
2. Supportedactivities, aktifitas yang diperlukan untuk mengontrol danmengembangkan bisnis dari waktu ke waktu dan dengan demikian secara tidaklangsung menambah nilai-nilai yang diwujudkan melalui keberhasilan primary activities. Kegiatan-kegiatantersebut yaitu :
  • Procurement, adalah berkaitan dengan manajemen supplier, pendanaan, subcontracting, dan spesification.
  • Human ResourcesManagement,adalah berkaitan dengan pengelolaan SDM mulai dari perekrutan, kompensasi, training dsb
  • Product and TechnologicalDevelopment,adalah disain produk dan proses, production engineering, markettesting, Research and Development, etc.

CONTOH ANALISIS VALUE CHAIN
Analisis value chain ini mengambil contoh pada sebuah perusahaanfotokopi (copier manufacturer) tabelcontoh di bawah ini menunjukan apa yang akan dilakukan oleh pihak perusahaansecara spesifik yaitu dengan mengadakan diferensiasi dalam rantai nilai untukmendapatkan keunggulan kompetitif dari para pesaing. Versi dasar dapat terlihatkontras bila dibandingkan dengan value chain kompetitor, yang dapat dibuatanalisis secara terpisah. Template value chain secara bertahap menambahkananalisis waktu, biaya total yang dapat diidentifikasi untuk tiap kegiatan. Dantergantung kepada biaya-biaya yang dapat diidentifikasi biaya yang didasarkanperunit yang mana merupakan tujuan akhir dari analisis.

Gambar 2 Contoh Analisis Rantai Nilai Porter pada perusahaan fotokopi.

Referensi:
1. Boar, Bernard H. The Art of Strategic Planning forInformation Technology, New York: John Wiley & Sons, Inc, 2001.
2. John Ward dan JoePeppard,. Strategic Planning forInformation Systems:Third Edition. England : John Wiley & Sons Ltd, 2002.
3. Harmon,Paul. Business Process Change : A Guidefor Business Managers and BPM and Six Sigma Professional: Second Edition, Burlington: MorganKaufmann Publishers, 2007.

Artikel Terkait perkategori

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Blog CIO Indonesia Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates