Selasa, 27 Desember 2011

0 Model Tata Kelola TIK Nasional

Tata Kelola Teknologi Informasi (IT Governance) mutlak diperlukan di era komputerisasi seperti sekarang ini. Pelaksanaan tata kelola dilakukan oleh organisasi mana saja baik itu pemerintah ataupun swasta, selama mereka menggunakan TI untuk mensuport proses bisnisnya. Dalam pelaksanaan tata kelola TIK ini diperlukan model sebagai acuan, agar pelaksanaan sesuai dengan yang diharapkan. Menurut buku Panduan Tata Kelola Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia, yang dikeluaran oleh Departemen Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, (Depkominfo RI) model tata kelola TIK nasional idealnya seperti yang digambarkan sebagai berikut:



Model Tata Kelola TIK Nasional dapat dibagi dalam dua bagian utama:
  1. Struktur & Peran Tata Kelola – yaitu entitas apa saja yang berperan dalam pengelolaan proses-proses TIK dan bagaimana pemetaan perannya dalam pengelolaan proses-proses TIK tersebut. Struktur dan peran tata kelola ini mendasari seluruh proses tata kelola TIK.
  2. Proses Tata Kelola – yaitu proses-proses yang ditujukan untuk memastikan bahwa tujuan-tuuan utama tata kelola dapat tercapai, terkait dengan pencapaian tujuan organisasi, pengelolaan sumber daya, dan manajemen risiko.
Lingkup Proses Tata Kelola
  • Perencanaan Sistem – Proses ini menangani identifikasi kebutuhan organisasi dan formulasi inisiatif-inisiatif TIK apa saja yang dapat memenuhi kebutuhan organisasi tersebut.
  • Manajemen Belanja/Investasi – Proses ini menangani pengelolaan investasi/belanja TIK.
  • Realisasi Sistem – Proses ini menangani pemilihan, penetapan, pengembangan/akuisisi sistem TIK, serta manajemen proyek TIK.
  • Pengoperasian Sistem – Proses ini menangani operasi TIK yang memberikan jaminan tingkat layanan dan keamanan sistem TIK yang dioperasikan.
  • Pemeliharaan Sistem – Proses ini menangani pemeliharaan aset-aset TIK untuk mendukung pengoperasian sistem yang optimal.
Mekanisme Proses Tata Kelola
  • Kebijakan Umum –Kebijakan umum ditetapkan untuk memberikan tujuan dan batasan-batasan atas proses TIK bagaimana sebuah proses TIK dilakukan untuk memenuhi kebijakan yang ditetapkan.
  • Monitoring & Evaluasi – Monitoring & evaluasi ditetapkan untuk memastikan adanya umpan balik atas pengelolaan TIK, yaitu berupa ketercapaian kinerja yang diharapkan. Untuk mendapatkan deskripsi kinerja setiap proses TIK digunakan indikator keberhasilan. Indikator keberhasilan inilah yang akan dapat digunakan oleh manajemen atau auditor, untuk mengetahui apakah proses TIK telah dilakukan dengan baik.

Artikel Terkait perkategori

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Blog CIO Indonesia Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates